Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Agustus 2014

SERUAN KWI TENTANG PAPUA: HENTIKAN KEKERASAN! MARILAH

SERUAN KWI TENTANG PAPUA: HENTIKAN KEKERASAN! MARILAH BERDIALOG!

Kekerasan di Tanah Papua masih terus terjadi walaupun sudah berulangkali diserukan oleh berbagai pihak agar masalah-masalah Papua diselesaikan dengan cara damai. Kesejahteraan masyarakat yang mau dibangun hanya bisa terwujud kalau ada suasana damai yang memungkinkan  semua komponen masyarakat bekerja sama dengan tenang. 

Masalah-masalah sosial yang begitu banyak tidak mungkin diatasi dengan jalan kekerasan. Kekerasan yang dilawan dengan kekerasan hanya melahirkan kekerasan baru dan menambah masalah. Lebih buruk lagi kalau ungkapan pendapat dan pernyataan politik sekelompok masyarakat Papua, yang disampaikan secara terbuka dengan cara yang damai, lagi-lagi ditanggapi dengan gertak senjata, penangkapan, penganiayaan serta pembunuhan. 


Kami para Uskup dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyatakan keprihatinan yang mendalam dan mengecam tindakan kekerasan itu yang jelas-jelas tidak mengindahkan martabat manusia dan merampas hak hidup yang dianugerahkan Tuhan kepada setiap manusia.

Hak Asasi Manusia di Papua

KPMY MALANG
Situs online Komunitas Pelajar Dan Mahasiswa Yahukimo Kota Studi Malang Jawa Timur


Hak Asasi Manusia di Papua


Sejak tahun 2003, Faith-based Network on West Papua (FBN) telah mendukung pemukapemuka agama di Tanah Papua dalam kampanye “Papua, tanah perdamaian2” (Papua,
land of peace). Proyek tersebut bertujuan untuk menciptakan Tanah Papua yang damai dan adil, di mana masyarakat lokal hidup tanpa rasa takut dan mendapatkan kesetaraan sosial,
kesejahteraan ekonomi dan jaminan hukum. Dengan kata lain, sebuah tempat di mana Hak Asasi Manusia (HAM) dijamin untuk semua orang terlepas dari latar belakang etnis
dan agama mereka.

Minggu, 22 Juni 2014

Briptu Dewi digerebek suaminya saat selingkuh di rumah kontrakan

Merdeka.com - Satuan Sabhara Polresta Medan Bripka Cokro Pranolo Sitorus dan Briptu Dewi Sartika ditangkap basah selingkuh di rumah kontrakan Dewi, di Jalan Medan Area Selatan, Rabu (1/2) dini hari.

Keduanya digerebek oleh suami Dewi, Brigadir Ali yang juga anggota Polsekta Medan Kota dibantu oleh warga sekitar. Brigadir Ali sudah lama mendapat informasi dari warga kalau oknum polisi masuk di rumahnya saat dirinya tidak ada di rumah.

Setelah diintai, Brigadir Ali bersama rekan satu piketnya di Polsekta Medan Kota langsung menggerebek rumah tersebut. Setelah beberapa menit menggedor pintu, namun tidak dibuka, Ali dibantu oleh warga terpaksa mencongkel pintu dengan menggunakan linggis.

Kasus perselingkuhan oknum polisi dan polwan menjadi bahan pembicaraan beberapa polisi teman-teman dinas Brigadir Ali.

Dari pembicaraan itu teman-temannya menyalahkan Brigadir Dewi. Para polisi tersebut merasa tidak menyangka karena Brigadir Ali orangnya lurus dan tidak suka dengan hal-hal yang bisa merusak hubungan rumah tangga, seperti minum-minuman keras dan masuk ke tempat hiburan malam.

"Suaminya (Brigadir Ali) orangnya baik rajin salat. Tega juga istrinya mengkhianatinya. Di rumah pula itu macam nggak ada aja tempat lain. Payah nyari laki-laki seperti dia," kata rekan Ali.