Tampilkan postingan dengan label Organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Organisasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 September 2014

Organisasi Sosial

KPMY MALANG
Situs online Komunitas Pelajar Dan Mahasiswa Yahukimo Kota Studi Malang Jawa Timur

Organisasi sosial

Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri

Hakekat Lembaga Sosial

Keberadaan lembaga sosial tidak lepas dari adanya norma dalam masyarakat. Di mana nilai merupakan sesuatu yang baik, dicita- citakan, dan dianggap penting oleh masyarakat. Oleh karenanya, untuk mewujudkan nilai sosial, masyarakat menciptakan aturan-aturan yang tegas yang disebut norma sosial. Nilai dan norma inilah yang membatasi setiap perilaku manusia dalam kehidupan bersama. Sekumpulan norma akan membentuk suatu sistem norma. Inilah awalnya lembaga sosial terbentuk. Sekumpulan nilai dan norma yang telah mengalami proses institutionalization menghasilkan lembaga sosial.

Proses terbentuknya Lembaga Sosial

Para ilmuan sosial hingga saat ini masih berdiskusi tentang penggunaan istilah yang berhubugnan dengan ”seperangkat aturan/ norma yang berfungsi untuk anggota masyarakatnya”. Istilah untuk menyebutkan seperangkat aturan/ norma yang berfungsi untuk anggota masyarakatnya itu, terdapat dua istilah yang digunakan, yaitu ”social institution” dan ”lembaga kemasyarakatan”. Mana yang benar? Tentu semunya tidak ada yang salah, semuanya benar. Hanya saja ada perbedaan penekanannya. Mereka yang menggunakan istilah ”social institution” pada umumnya adalah para antropolog, dengan menekankan sistem nilai-nya. Sedangkan pada sosiolog, pada umumnya menggunakan istilah lembaga kemasyarakatan atau yang dikenal dengan istilah lembaga sosial, dengan menekankan sistem norma yang memiliki bentuk dan sekaligus abstrak. Pada tulisan ini, akan digunakan istilah lembaga sosial dengan tujuan untuk mempermudah tingkat pemahaman dan sekaligus merujuk pada kurikulum sosiologi yang berlaku saat ini.

Pada awalnya lembaga sosial terbentuk dari norma-norma yang dianggap penting dalam hidup bermasyarakatan. Terbentuknya lembaga sosial berawal dari individu yang saling membutuhkan , kemudian timbul aturan-aturan yang disebut dengan norma kemasyarakatan. Lembaga sosial sering juga dikatakan sebagai sebagai Pranata sosial.
Suatu norma tertentu dikatakan telah melembaga apabila norma tersebut :
  1. Diketahui
  2. Dipahami dan dimengerti
  3. Ditaati
  4. Dihargai
Lembaga sosial merupakan tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia dalam sebuah wadah yang disebut dengan Asosiasi. Lembaga dengan Asosiasi memiliki hubungan yang sangat erat. Namun memiliki pengartian yang berbeda. Lembaga yang tidak mempunyai anggota tetap mempunyai pengikut dalam suatu kelompok yang disebut asosiasi. Asosiasi merupakan perwujudan dari lembaga sosial. Asosiasi memiliki seperangkat aturan, tatatertib, anggota dan tujuan yang jelas. Dengan kata lain Asosiasi memiliki wujud kongkret, sementara Lembaga berwujud abstrak. Istilah lembaga sosial oleh Soerjono Soekanto disebut juga lembaga kemasyarakatan. Istilah lembaga kemasyarakatan merupakan istilah asing social institution. Akan tetapi, ada yang mempergunakan istilah pranata sosial untuk menerjemahkan social institution. Hal ini dikarenakan social institution menunjuk pada adanya unsur-unsur yang mengatur perilaku para anggota masyarakat. Sebagaimana Koentjaraningrat mengemukakan bahwa pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakukan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas- aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat. Istilah lain adalah bangunan sosial, terjemahan dari kata sozialegebilde (bahasa Jerman) yang menggambarkan bentuk dan susunan institusi tersebut. Namun, pembahasan ini tidak mem- persoalkan makna dan arti istilah-istilah tersebut. Dalam hal ini lebih mengarah pada lembaga kemasyarakatan atau lembaga sosial, karena pengertian lembaga lebih menunjuk pada suatu bentuk sekaligus juga mengandung pengertian yang abstrak tentang adanya norma-norma dalam lembaga tersebut. Menurut Robert Mac Iver dan Charles H. Page, mengartikan lembaga kemasyarakatan sebagai tata cara atau prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia dalam suatu kelompok masyarakat. Sedangkan Leopold von Wiese dan Howard Becker melihat lembaga dari sudut fungsinya. Menurut mereka, lembaga kemasyarakatan diartikan sebagai suatu jaringan dari proses- proses hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia yang berfungsi untuk memelihara hubungan-hubungan tersebut serta pola- polanya, sesuai dengan kepentingan-kepentingan manusia dan sekelompoknya. Selain itu, seorang sosiolog yang bernama Summer melihat lembaga kemasyarakatan dari sudut kebudayaan. Summer meng- artikan lembaga kemasyarakatan sebagai perbuatan, cita-cita, dan sikap perlengkapan kebudayaan, yang mempunyai sifat kekal serta yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Oleh karenanya, keberadaan lembaga sosial mempunyai fungsi bagi kehidupan sosial. Fungsi-fungsi tersebut antara lain: a. Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok. b. Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan. c. Memberi pegangan kepada anggota masyarakat untuk mengadakan pengawasan terhadap tingkah laku para anggotanya.

Dengan demikian, lembaga sosial merupakan serangkaian tata cara dan prosedur yang dibuat untuk mengatur hubungan antarmanusia dalam kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, lembaga sosial terdapat dalam setiap masyarakat baik masyarakat sederhana maupun masyarakat modern. Hal ini disebabkan setiap masyarakat menginginkan keteraturan hidup.

Ciri-ciri organisasi sosial

Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Formalitas, merupakan ckhh
organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
  1. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
  2. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
  3. Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.
Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
  1. Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
  2. Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
  3. Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.
Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.

Alasan berorganisasi

Organisasi didirikan oleh sekelompok orang tentu memiliki alasan. Seorang pakar bernama Herbert G. Hicks mengemukakan dua alasan mengapa orang memilih untuk berorganisasi: a. Alasan Sosial (social reason), sebagai “zoon politicon ” artinya mahluk yang hidup secara berkelompok, maka manusia akan merasa penting berorganisasi demi pergaulan maupun memenuhi kebutuhannya. Hal ini dapat kita temui pada organisasi-organisasi yang memiliki sasaran intelektual, atau ekonomi. b. Alasan Materi (material reason), melalui bantuan organisasi manusia dapat melakukan tiga macam hal yang tidak mungkin dilakukannya sendiri yaitu: 1) Dapat memperbesar kemampuannya 2) Dapat menghemat waktu yang diperlukan untuk mencapai suatu sasaran, melalui bantuan sebuah organisasi. 3) Dapat menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi sebelumnya yang telah dihimpun.

Tipe-tipe organisasi

Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka terstruktur. Namur dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.

Organisasi Formal Resmi

Organisasi formal/ Resmi adaah organisasi yang dibentuk oleh sekumpulan orang/masyarakat yang memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya, serta memilki kekuatan hukum. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).

Organisasi informal

Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan.
Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:

Organisasi Primer, organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.

Organisasi Sekunder, organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.

Organisasi berdasarkan sasaran pokok mereka

Organisasi yang didirikan tentu memiliki sasaran yang ingin dicapai secara maksimal. Oleh karenanya suatu organisasi menentukan sasaran pokok mereka berdasarka kriteria-kriteria organisasi tertentu. Adapun sasaran yang ingin dicapai umumnya menurut J Winardi adalah:
  1. Organisasi berorientasi pada pelayanan (service organizations), yaitu organisasi yang berupaya memberikan pelayanan yang profesional kepada anggotanya maupun pada kliennya. Selain itu siap membantu orang tanpa menuntut pembayaran penuh dari penerima servis.
  2. Organisasi yang berorientasi pada aspek ekonomi (economic organizations), yaitu organisasi yang menyediakan barang dan jasa sebagai imbalan dalam pembayaran dalam bentuk tertentu.
  3. Organisasi yang berorientasi pada aspek religius (religious organizations)
  4. Organisasi-organisasi perlindungan (protective organizations)
  5. Organisasi-organisasi pemerintah (government organizations)
  6. Organisasi-organisasi sosial (social organizations)
  7. Organisasi-organisasi politik

Definisi Organisasi Yang Sebenarnya


KPMY MALANG
Situs online Komunitas Pelajar Dan Mahasiswa Yahukimo Kota Studi Malang Jawa Timur

Organisasi

Organisasi Kemahasiswaan di Lithuania
                                
Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.

Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen.[1] Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis).[1]

Definisi

Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda. Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
  • Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama 
  • James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama 
  • Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih
  • Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran 
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

Partisipasi

Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih.. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan. Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan.
Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan.
Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata. Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan.

Unsur-unsur

Menuruth Keith Davis ada tiga unsur penting partisipasi
  1. Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
  2. Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
  3. Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.

Jenis-jenis

Keith Davis juga mengemukakan jenis-jenis partisipasi, yaitu sebagai berikut
  1. Pikiran (psychological participation)
  2. Tenaga (physical partisipation)
  3. Pikiran dan tenaga
  4. Keahlian
  5. Barang
  6. Uang

Syarat-syarat

Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu .
  • Waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta
  • Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif.
  • Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi dimana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya.
  • Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator.
  • Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil.
  • Para pihak yang bersangkutan bebas di dlam melaksanakan peran serta tersebut sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
  • Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan pada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan pada prisnsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif.
Partisipasi dalam organisasi menekankan pada pembagian wewenang atau tugas-tugas dalam melaksanakan kegiatannya dengan maksud meningkatkan efektif tugas yang diberikan secara terstruktur dan lebih jelas.

Bentuk-bentuk organisasi

  1. Organisasi politik
  2. Organisasi sosial
  3. Organisasi mahasiswa
  4. Organisasi olahraga
  5. Organisasi sekolah
  6. Organisasi negara
  7. Organisasi pemuda
  8. Organisasi agama

Referensi

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x Keith Davis, Human Relations at Work, (New York, San Francisco, Toronto, London: 1962).Hlm.15-19
  2. ^ Singarimbun, Masri dan Sofyan Efendi. 1976. Understanding Practice and Analysis. New York: Random House.Hlm. 132
  3. ^ D, Ratna Wilis. 1996. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Penerbit Erlangga.Hlm. 56
  4. ^ Horton, Paul B. dan Chester L. Hunt. 1984. Sociology. Edisi keenam. International Student Edition. Tokyo: Mc.Graw-Hill Book Company Inc.Hlm. 89
  5. ^ Stephen P.Robbins. Teori Organisasi Struktur, Desain, dan Aplikasi, (Jakarta: Arcan: 1994), hlm.4
  6. ^ WS, Winkel. 1997. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Jakarta : Gramedia.Hlm.75

Sabtu, 02 Agustus 2014

Komunitas Pelajar Dan Mahasiswa Yahukimo (KPMYM) Kota Studi Malang

Kepemimpinan adalah sesuatu yang dibutuhkan manusia. Dunia tanpa pemimpin adalah dunia yang kacau. Kata-kata mutiara ini akan memberikan sedikit pencerahan tentang pemimpin sejati. Selamat menikmati kata-kata bijak kami 


 1. jika anda tidak mampu mengambil keputusan tepat. Maka anggota tim anda akan menderita

 2. seorang pemimpin besar adalah seorang yang menjaga komunikasi dengan bawahannya.

 3. pemimpin itu membuat bawahannya yang lemah menjadi seorang yang kuat
 4. tidak semua orang mampu melihat potensi dalam dirinya. Tapi seorang pemimpin mampu melihat potensi tersembunyi seluruh bawahannya

 5. sebuah tim yang kacau balau masih bisa di rapikan. Dan itu adalah tantangan seorang pemimpin 6. komunikasi anda dengan bawahan, menentukan hasil yang akan diberikan kepada anda.

 7. jika hanya anda yang mengetahui strateginya, anda akan gagal memimpin. Pastikan bawahan anda tahu strateginya, tahu apa yang harus dilaksanakan, dan mengapa harus melakukannya?

 8. saat perubahan terjadi, pemimpin besar akan segera tahu bahkan saat perubahan itu masi sebesar biji padi.
 9. pemimpin sejati adalah pemimpin yang mampu melahirkan ribuan pemimpin lainnya 

10. banyak orang cerdas, tapi hanya mampu mengatur dirinya sendiri. Banyak orang rata-rata, tapi mereka mampu mengatur banyak orang. Itulah mengapa terkadang bawahan lebih cerdas daripada pemimpinnya

 11. anda harus peka dengan hal-hal yang beredar di bahawan anda. Ini ibarat dokter yangmenjaga tubuh passiennya. Saat ada hal negatif yang masuk, anda dapat mencegahnya dengan segera 

 12. meskipun anda tidak berminat menjadi pemimpin. Anda tetap harus belajar untuk memimpin. Karena diri andapun perlu untuk dipimpin 

13. gelar pemimpin sejati itu bukan jabatan yang memerlukan pelantikan. Tapi sikap, tindakan, karakter yang terus dilakukan. 
 14. jangan hanya terkagum-kagum dengan pemimpin hebat. Karena mereka suatu saat akan istirahat. Dan akan segera membuthkan pengganti. Jangan hanya kagum, tapi berusahalah menjadi seperti mereka

 15. pemimpin itu bukan jabatan. Karenanya anda tidak perlu jabatan untuk menjadi seorang pemimpin. Anda cukup memiliki sikap-sikap pemimpin. Jabatan akan datang menyusul 

16. jika anda tidak tahu kemana arah yang harus dituju. Maka tidak akan ada yang mau mengikutimu. Meskipun arahmu salah, jika meyakini dan memperjuangkannya, akan ada yang mengikutimu.

 17. didunia ini banyak orang yang pusing untuk menentukan arah hidup. Itulah sebabnya mereka membutuhkan pemimpin yang dapat mengarahkannya. 

18. jika anda mampu membahagiakan orang lain. Maka anda bisa menjadi seorang pemimpin. Semakin banyak yang mampu anda bahagiakan, semakin layak anda menjadi pemimpin 

 19. seorang bawahan memiliki pandangan yang kecil. Seorang pemimpin mengabungkan pandangan yang kecil tadi dari orang-orangnya menjadi lebih besar.

 20. meskipun organisasi di dipenuhi orang-orang yang hebat. Tetap mereka akan membutuhkan seorang pemimpin. Meskipun kehebatan orang-orang tadi ditambah

 10 kali lipat, tetap mereka akan membutuhkan pemimpin. untuk menjadi pemimpin kita harus banyak belajar. mudah-mudahan kata bijak tadi memberi anda ide untuk kembali melanjutkan proses kepemimpinan anda. nantikan kumpulan kata mutiara kami selanjutnya

DEKLARASI PERDAMAIAN PAPUA


DEKLARASI PERDAMAIAN PAPUA

Kami lebih dari 500 orang peserta Konferensi Perdamaian Tanah Papua yang terdiri dari wakil-wakil Agama, Adat, Perempuan, Pemuda, Akademisi, Organ-organ Mahasiswa, dan kelompok resisten yang berasal dari Kabupaten/Kota Se-Tanah Papua telah berpartispasi aktif dalam konferensi perdamaian Tanah Papua yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Cenderawasih Jayapura, yang berlangsung dari tanggal 5 sampai dengan 7 July 2011.


Pengelolaan Konflik di Indonesia – Sebuah Analisis Konflik di Maluku, Papua dan Poso


Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Current Asia dan the Centre for Humanitarian Dialogue

MENDESAK PEMERINTAH PUSAT UNTUK MENJAWAB AJAKAN DIALOG PAPUA

Kami, menyatakan keprihatinan mendalam atas memanasnya situasi Papua. Negara terlihat kian tak serius untuk mencegah atau mengungkap pelaku-pelaku penembakan, kekerasan dan pelanggaran HAM yang terus terjadi. Sebaliknya, negara malah memperburuk keadaan melalui pernyataan-pernyataan politik pejabat negara, terutama pejabat militer, yang tidak bertanggungjawab, dengan menuding OPM tanpa bukti hukum yang otentik.

Minggu, 22 Juni 2014

Berdukacita Sedalam-Dalamnya atas Meninggalnya Kepala Suku Alpius Negro Kogoya

Berdukacita Sedalam-Dalamnya atas Meninggalnya Kepala Suku

"Alpius Negro Kogoya"

Dengan menundukkan kepala dan mengangkat hati ke hadirat Tuhan Pencipta kita sekalian, dengan ini segenap Crew and Editorial Board Papua Merdeka News, bersama para Perwira Tentara Revolusi West Papua (TRWP) menyampaikan

BERDUKACITA SEDALAM-DALAMNYA

atas wafatnya

Bapak Kepala Suku Perang Suku Lani,

" Alpius Negro Kogoya"

yang menghadap ke hadirat Sang Pencipta pada
Tanggal 21 April 2014
di Timika, West Papua.
Semoga apa yang telah ditanam selama sang Kepala Perang hidup menjadi bibit unggul dan berbuah-lebat di seluruh Tanah Papua, untuk membawa kebebasan dan kemerdekaan bagi bangsa Papua.
Tuhan, Engkau yang memberi tokoh Masyarakat Papua, dan Engkau Mengambilnya kembali. Berikanlah kami orang-tua orang tua pengganti yang akan membantu membimbing kami menuju cita-cita perjuangan bangsa Papua.

Gen. TRWP Mathias Wenda bersama seluruh perwira TRWP di pulau New Guinea
Lt. Gen. TRWP Amunggut Tabi bersama seluruh staff Sekretariat-Jenderal TRWP
Kepala Suku Perang Elly Togodly bersama seluruh Team Kerja DeMMAK (Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka)

Editor in Chief HPNewsCollective Editorial Board

Minggu, 03 November 2013

Kerohanian - Ibadah Bersama (Okumene), Ibadah Pengucapan Syukur, Komunitas Pelajar Dan Mahasiswa Yahukimo Kota Study Malang

Kerohanian - Ibadah Bersama (Okumene), Ibadah Pengucapan Syukur, Komunitas Pelajar Dan Mahasiswa Yahukimo Kota Study Malang

Ibadah Bersama (Okumene)
BCI Post, Malang, Komunitas Pelajar Dan Mahasiswa Kabupaten. Yahukimo (KPMY yang berdomisili di kota study Malang mengadakan pengucapan syukur anggota KPMY (Komunitas Pelajar Dan Mahasiswa Yahukimo) di kota Malang Jawa Timur. Acara pengucapan syukur itu berlangsung di dalam halaman Kampus Sekolah Tinggi Alkitab Nusantara (STAN) Kota Malang, Acara tersebut di sertai atau dilakukan dengan acara bakar batu (barapen) merupakan tradisi pelajar dan mahasiswa se-pegunungan tengah jayawijaya papua (Badai Pegunungan Tengah Papua).

Ibadah Bersama, Ibadah Pengucapan Syukur merupakan agenda Tahunan (Tiap Satu Tahun) oleh pelajar dan mahasiswa Yahukimo di kota Malang. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun kami lalui bersama, namun dihari yang bahagia ini kami dari komunitsa pelajar dan mahasiswa Yahukimo kota study Malang ingin sekali menyapa kembali dan ingin sekali mengucapkan Syukur Kehadirat TUHAN Yang Maha Kuasa karena anugerah dan penyertaan-Nya dari Tahun 2012 sampai masuk Tahun 2013 dalam perlindungan TUHAN, dengan penuh campur tangan TUHAN hingga detik ini. Terimakasi TUHAN Engkau adalah Landasan Hidup Kami. 

Acara itu, dipimpin oleh Bpk. Ev. Matius Sobolim,S.Th. Dengan tema “MENGUCAP  SYUKUR DALAM SEGALA HAL”, paparan Firman Tuahan yang disampaikan, diambil  dari Surat Paulus Kepada Jemaat di Tesalonika (I Tesalonika 5:18). Inti penekanan dalam Firman Tuhan menekankan bahwa  “Keberhasilan Karena Belajar Menghargai Proses”. Keberhasilan bukanlah hal yang kebetulan. Keberhasilan atau ”berhasil” adalah karena mampu melewati tantangan dan proses. Dimana-mana pasti ada proses. Suatu proses  pasti dimulai dari yang terkecil atau sebaliknya, hingga menjadi besar. Yang namanya proses pasti sakit dan membutukan kesabaran dan ketekunan. Tanpa proses yang matang, mentalitas seseorang gampang diombang-ambingkan. Dengan melewati proses, setiap kita memahami bahwa, Tuhan memilih kita untuk menjadi kepala, bukan ekor. Orang yang dipilih oleh Allah, pasti ia akan mejadi pemimpin, bukan menjadi ekor atau anggota. 

Acara pengucapan syukur itu di hadiri oleh seluruh pelajar dan mahasiswa se-pegunungan tengah jayawijaya papua (Badai Pegunungan Tengah Papua), yang berdomisili di Kota Malang Raya.Tidak terhitung dengan simpatisan (dari Djawa) dan beberapa donatur nasional maupun Internasional. (By. Ed. Cs).

Organisasi - Komunitas Pelajar Mahasiswa Yahukimo (KPMY) Kordinator Wilayah (KORWIL) Se – Malang Raya

KPMY Kota Malang Jawa Timur
Organisasi - Komunitas Pelajar Mahasiswa Yahukimo (KPMY) Kordinator Wilayah (KORWIL) Se – Malang Raya

Malang, Komunitas Pelajar Mahasiswa Yahukimo (KPMY) Kordinator Wilayah (KORWIL) Se – Malang Raya merupakan sebuah wadah pelajar dan kemahasiswaan yang berkedudukan di Malang, Organisasi ini didirikan Oleh Ev. Matius Sobolim, S.Th dan Alumni Mahasiswa yahukimo yang berstudi di kota studi Se – Malang Raya. Keberadaan wadah ini bertujuan untuk mengkoordinir, membina, dan mengawasi seluruh mahasiswa/i asal kabupaten Yahukimo yang tersebar di seluruh wilayah se-kota malang, agar melalui wadah ini dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan keakraban diantara sesama pelajar mahasiswa/i yahukimo dan non yahukimo. Selain itu, juga Korwil KPMY berperan sebagai wadah penyalur aspirasi pelajar dan mahasiswa kepada Pemerintah Daerah kabupaten Yahukimo serta pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Seiring berjalnya waktu dan berdasarkan informasi yang kami peroleh dari senior dan Alumni Mahasiswa yahukimo  yang  pernah menjadi  pelopor organisasi kemahasiswaan KPMY menjelaskan tentang perjalanan mengenai KPMY Kota Studi Malang.

Komunitas Pelajar dan MahasiswaYahukimo dulunya  dengan Nama Pelajar Mahasiswa Yahukimo disingkat menjadi (PMY), namun dengan berbagai inspirasi dari mahasiswa yahukimo untuk meroba nama KPM, pun telah dilakukan  dalam musyawarah Besar (MUBES) Se- Malang Raya yang berlangsung selama 2 hari Yaitu pada tanggal 7 – 48 Mei 2009 di STAN Nusantara, Malang Jawa Timurr,

Dalam Musyawarah besar (MUBES) Mahasiswa Yahukimo Se- Malang Raya membuat sebuah aturan kemahasiswaan yaitu Anggaran Dasar(AD), Anggaran RumahTangga (ART)  dan perubahan nama Ikatan yang awalnya Pelajar Dan Mahasiswa Yahukimo (KMY) diroba menjadi Komunitas Pelajar dan Mahasiswa Yahukimo disingkat (KPMY) Korwil Malang.

Ikatan Pelajar Mahasiswa Yahukimo

 (KPMY)

Koordinator Wilayah (KORWIL) Se- Malang Raya

Alamat  : Jl.Janti BaratGang 5 Malang 
Email    :  kpmymmalang@gmail.com