Tampilkan postingan dengan label Warta Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Agustus 2014

DEKLARASI PERDAMAIAN PAPUA


DEKLARASI PERDAMAIAN PAPUA

Kami lebih dari 500 orang peserta Konferensi Perdamaian Tanah Papua yang terdiri dari wakil-wakil Agama, Adat, Perempuan, Pemuda, Akademisi, Organ-organ Mahasiswa, dan kelompok resisten yang berasal dari Kabupaten/Kota Se-Tanah Papua telah berpartispasi aktif dalam konferensi perdamaian Tanah Papua yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Cenderawasih Jayapura, yang berlangsung dari tanggal 5 sampai dengan 7 July 2011.


Pengelolaan Konflik di Indonesia – Sebuah Analisis Konflik di Maluku, Papua dan Poso


Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Current Asia dan the Centre for Humanitarian Dialogue

MENDESAK PEMERINTAH PUSAT UNTUK MENJAWAB AJAKAN DIALOG PAPUA

Kami, menyatakan keprihatinan mendalam atas memanasnya situasi Papua. Negara terlihat kian tak serius untuk mencegah atau mengungkap pelaku-pelaku penembakan, kekerasan dan pelanggaran HAM yang terus terjadi. Sebaliknya, negara malah memperburuk keadaan melalui pernyataan-pernyataan politik pejabat negara, terutama pejabat militer, yang tidak bertanggungjawab, dengan menuding OPM tanpa bukti hukum yang otentik.

Penyangkalan pemerintah di sesi UPR PBB sangat mengecewakan


Penyangkalan pemerintah di sesi UPR PBB sangat mengecewakan

AHRC - (Hong Kong/Geneva/Jakarta 23 Mei 2012) Hari ini, rekam jejak penegakan hak asasi manusia (HAM) Indonesia dievaluasi oleh Dewan HAM PBB dalam sesi ke-13 Universal Periodic Review di Jenewa, Swiss. 


Beberapa isu kunci seperti perlindungan atas kebebasan beragama dan situasi hak asasi manusia di Papua diangkat oleh banyak negara-negara anggota PBB yang berpartisipasi di dalam sesi tersebut. “Respon pemerintah Indonesia terhadap masalah dan pelanggaran HAM yang dibahas pada saat evaluasi tersebut sangat mengecewakan, karena pemerintah Indonesia menyangkal masalah-masalah tersebut dan gagal menunjukkan rasa hormat pemerintah terhadap hak-hak korban,” ujar Wong Kai Shing, Direktur Eksekutif Asian Human Rights Commission (AHRC). 


  
AHRC beserta organisasi saudaranya, Asian Legal Resource Centre (ALRC) mengirimkan laporan ke proses evaluasi tersebut dan membuat rekomendasi terkait beberapa masalah kunci hak asasi manusia, termasuk: kebutuhan kriminalisasi penyiksaan; reformasi institusional yang dibutuhkan untuk melawan impunitas, termasuk terhadap sistem peradilan militer; diskriminasi dan kekerasan terhadap kelompok agama minoritas dan situasi hak asasi manusia di provinsi-provinsi Papua, khususnya pelanggaran yang dilakukan oleh aparat keamanan Indonesia tanpa adanya proses hukum. 
Versi utuh laporan ini dapat diunduh di http://www.alrc.net/doc/mainfile.php/upr/ 
Banyak hal yang menjadi fokus perhatian AHRC dan ALRC juga diangkat oleh negara-negara yang berpartisipasi di dalam sesi UPR tersebut. Swedia, Jerman dan Swiss, misalnya mengekspresikan perhatian mereka terhadap serangan dan intimidasi terhadap kelompok agama minoritas di Indonesia seperti Ahmadiyah, kelompok Kristiani, Syiah dan Baha’i. Mereka mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang mengintimidasi dan menyerang kelompok agama minoritas tersebut dan meminta pemerintah untuk mencabut peraturan-peraturan yang bersifat diskriminatif. 
Walau mengakui adanya kekerasan yang dilakukan terhadap kelompok agama minoritas, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa yang menjadi pemimpin delegasi Indonesia menyangkal bahwa pemerintah tidak melindungi apapun untuk melindungi dan menghormati kebebasan beragama. “Pemerintah Indonesia menghormati semua agama” ujarnya meski ada banyak hukum diskriminatif berlaku di Indonesia. Sejumlah negara, termasuk Perancis, Jepang dan Selandia Baru, mengangkat masalah terkait situasi di Papua yang meliputi kekerasan yang meluas, penahanan dan penangkapan yang sewenang-wenang, serta pembatasan tidak sah terhadap kebebasan berekspresi dan berkumpul. 


  
Perancis secara spesifik mendesak dibukanya akses jurnalis asing ke Papua sementara Amerika Serikat dan Jerman mengangkat masalah pasal 106 dan 110 KUHP yang digunakan untuk menghukum aktivis-aktivis di Papua. Natalegawa mengklaim bahwa semua pelaku pelanggaran HAM di Papua sudah diproses dalam ‘pengadilan yang transparan dan terbuka’. Akan tetapi, AHRC dan kelompok HAM lainnya telah mendokumetasikan kasus penyiksaan dan kekerasan yang belum mendapatkan respon cukup dari pemerintah Indonesia, atau respon yang berdampak pada penghukuman terhadap mereka yang bertanggung jawab. 



Malahan, budaya impunitas yang masih dipelihara di negara ini. “Penyangkalan terhadap masalah impunitas di provinsi-provinsi Papua sangat tidak bertanggung jawab,” ujar Wong Kai Shing. “Respon yang mengecewakan dari pemerintah Indonesia merupakan suatu kemunduran bagi mereka yang mengharapkan perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia yang lebih besar di Indonesia,” ia menyimpulkan.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi Answer Styannes +62 8811 567 418 (bahasa Inggris dan Indonesia) answer.styannes@ahrc.asia

Tanda-Tanda Kehidupan Dari Zaman Batu


Tanda-Tanda Kehidupan Dari Zaman Batu

Helmut dan Margarete Bentz melayani selama 12 tahun (1963-1975) di daerah pegunungan sebagai misionaris utusan Vereinte Evangelische Mission (VEM) Jerman dan mitra kerja Gereja Kristen Injili Di Tanah Papua. Awalnya mereka tinggal di Wamena.

Kemudian Helmut pada tahun 1965 mendaki melewati gunung-gunung ke daerah utara ke suku Yali yang belum dikenal dan mendirikan pos misi Apahapsili. Bersama istrinya dia Helmut membangun pos misi itu dan menolong orang Yali untuk berhubungan dan menyesuaikan diri dengan dunia luar.

Disamping pelayanan gereja fokus mereka adalah kepada pelayanan medis dan pendidikan bagi orang Yali. Inilah kisah mereka.

Helmut Bentz: Tanda-Tanda Kehidupan Dari Zaman Batu 
ISBN: 978-3-941387-05-8 
Preis: 9,90 Euro

Minggu, 22 Juni 2014

Hari Ini, SBY Menjadi Tamu Utama PIDF di Fiji: Ini Isu Utama dan Nama Menteri yang Dibawanya

Hari Ini, SBY Menjadi Tamu Utama PIDF di Fiji: Ini Isu Utama dan Nama Menteri yang Dibawanya

Saat SBY melakukan pertemuan bersama Presiden Fiji Ratu Epeli Nailatikau di Sheraton Resort Denarau, Nadi, Fiji. Foto: Ist.
Jayapura, MAJALAH SELANGKAH --  Hari ini, Kamis, 19 Juni 2014, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabarkan menjadi tamu utama dan memberikan pidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-2 The Pacific Islands Development Forum (PIDF) atau Forum Pembangunan negara-negara Kepulauan Pasifik di Fiji.

SBY bertolak ke Fiji  Selasa, 17 Juni 2014 lalu didampingi Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menlu Marty Natalegawa, Menteri Perikanan dan Kelautan Syarif Tjitjip Sutardjo, Menpora Roy Suryo, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam dan Kepala BIN Marcino Noorman.

Kemarin, Rabu, 18 Juni 2014, pukul 12.00 waktu setempat, SBY melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Fiji Ratu Epeli Nailatikau di Sheraton Resort Denarau, Nadi, Fiji.

Apa agenda kunjungan Presiden RI pertama sejak Indonesia merdeka itu?

Saat hendak bertolak ke Fiji, Presiden Yudhoyono mengatakan, Indonesia selama bertahun-tahun terakhir telah menjalin hubungan baik antara lain dengan negara Timor Leste, Papua Nugini, Australia, dan Selandia Baru. Presiden memaparkan hubungan baik dengan negara-negara di kawasan Pasifik tersebut juga berangkat dari kesepakatan bahwa mereka semua secara resmi menghormati kedaulatan Republik Indonesia.

SBY menilai, Pacific Island Forum dan Melanesian Spearhead Group (MSG) kerap menjadi ruang kampanye politik bagi pihak-pihak yang ingin memerdekakan Papua. Maka, kunjungan SBY ke Fiji ini penting untuk menjelaskan kebijakan Indonesia tentang Papua dalam konteks hubungan internasional kepada negara-negara di Pasifik Selatan.

Hingga berita ini ditulis, majalahselangkah.com belum mengetahui hubungan kerja sama apa yang dibangun Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Fiji. Juga, belum diketahui, isi pidato SBY pada KTT ke-2 PIDF.

Diketahui, Sekretaris Jenderal West Papua National Coalition for Liberation (WPNCL) atau Koalisi Nasional Papua Barat untuk Kemerdekaan, Rex Rumakiek menegaskan, Pacific Island Forum dan MSG mendukung hak rakyat Papua Barat untuk menentukan nasib sendiri. (GE/003/MS)

Sumber :  www.majalahselangkah.com

Warga Australia didakwa bantu kelompok bersenjata Papua

Warga Australia didakwa bantu TPN-OPM bersenjata Papua

TPN- OPM memperingati berdirinya kelompok ini setiap tanggal 1 Desember.
Pengadilan Australia mendakwa seorang warga mengikuti pelatihan di Ukraina sebagai persiapan untuk membantu kelompok bersenjata Papua Barat.
Gerard Michael Little merencanakan untuk "terlibat dalam konflik melawan pemerintah Indonesia" di Papua Barat, menurut dakwaan di pengadilan Brisbane Rabu (05/14).
Permintaan Little agar bebas dengan jaminan ditolak karena dianggap dia dapat melarikan diri.
Little, 45, dikenakan dakwaan merencanakan memasuki negara asing serta berlatih untuk menyusup ke negara asing. Berdasarkan undang-undang Australia, warga dilarang terlibat tindakan bermusuhan terhadap negara lain.
Polisi federal Australia menuduh Little ingin meninggalkan Australia untuk bekerja sebagai tentara bayaran di Papua Barat dan telah mengikuti latihan sebagai persiapan.
Little dituduh menggunakan Facebook untuk mendapat dukungan atas rencananya itu, menurut harian Brisbane Times.

'Diundang'

"Ada perbedaan besar antara seseorang yang memasuki satu negara sebagai tentara bayaran, tidak diundang...dan seseorang yang secara legal diundang untuk datang."
Nick Dore
Jaksa penuntut Justin Williams mengatakan Little dicegat saat dalam perjalanan ke Papua Barat melalui Papua Nugini pada Selasa malam.

Polisi mencegatnya sebelum ia naik pesawat di bandara internasional Brisbane.
Williams mengatakan Little memberitahu polisi tahun 2003 bahwa ia tidak percaya atas kedaulatan Australia dan juga hukum negara itu.

Pensiunan yang berasal dari negara bagian Victoria ini juga disebutkan memiliki catatan kriminal.
Namun kuasa hukum Little, Nick Dore, mengatakan kliennya "diundang" ke Papua Barat "untuk memberikan jasa" dan polisi masih melakukan penyelidikan terkait aktivitas ini.
"Ada perbedaan besar antara seseorang yang memasuki satu negara sebagai tentara bayaran, tidak diundang...dan seseorang yang secara legal diundang untuk datang," kata Dore.
Little akan tetap berada dalam tahanan sampai pengadilan bulan Januari tahun depan.

Sabtu, 21 Juni 2014

Sarana Transportasi Kabupaten Yahukimo

Sarana Transportasi

Pesawat Trigana ATR 72
 
Sebagian besar jalur transportasi yang digunakan di wilayah ini adalah jalur transportasi udara. Oleh karena itu, setiap distrik di kabupaten ini mempunyai landasan udara, kecuali distrik  Ukha. Jalur transportasi ini digunakan untuk menghubungkan antar wilayah di dalam Kabupaten Yahukimo, ataupun antara Kabupaten Yahukimo dengan kabupaten lainnya. Untuk jalur transportasi udara, jenis pesawat yang beroperasi yaitu Twin oter Trigana / Merpati, Caravan AMA / MAF, Cesna AMA / MAF, dan Cargo Carebo Trigana serta Pesawat Trigana ATR 72.
 
Selain jalur transportasi udara, jalur transportasi darat juga ada di wilayah ini. Jalur transportasi darat ini terus dikembangkan melalui pembangunan jalan dan jembatan di berbagai wilayah, dengan ditujukan untuk membuka jaringan transportasi darat di Kabupaten Yahukimo. Alat transportasi yang biasa digunakan yaitu kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua.
 
Jalur transportasi lain yang ada di kabupaten ini adalah jalur transportasi air melalui jalur sungai. Alat transportasi yang digunakan pada jalur transportasi air ini adalah LTD kapasitas 100 ton, LTD kapasitas 300 ton dan Long Boat

Minggu, 03 November 2013

Bupati Yahukimo: Miras Sama Dengan Air Kencing Iblis

KPMY - Mati akibat MIRAS adalah Konyol

Bupati Yahukimo: Miras Sama Dengan Air Kencing Iblis

JAYAPURA - Pemimpin itu bukan hanya gubernur, bupati, pimpinan DPRD, pimpinan gereja dan lainnya. Tapi pemimpin adalah orang yang perkataannya bisa didengar oleh orang lain. Di mana saja berada, dia bisa menerangi dan bisa diterima oleh orang lain.
 


 

Demikian ungkap Bupati Yahukimo Dr. Ones Pahabol, SE, MM saat memberikan sambutan pada acara Sidang Pleno ke-1 Komunitas Pelajar Mahasiswa Yahukimo (KPMY) di Jayapura, di Aula Museum Expo Waena.

 
Bupati Yahukimo menegaskan, mahasiswa adalah calon-calon pemimpin masa depan. Oleh sebab itu, pihaknya mengingatkan para mahasiswa agar tidak mengkonsumsi minuman keras (miras). "Orang yang minum miras itu sama dengan minum air kencing iblis. Sebab, orang yang minum miras itu akan hilang kesadarannya dan bisa membikin diri seperti sampah. Buktinya, orang yang biasa mabuk itu kadang tidur di parit, di tempat sampah dan lainnya. Kalau kamu sudah begini, maka kamu akan gagal sekarang maupun di masa yang akan datang," tegas Ones Pahabol.


Menurut bupati, kalau orang sudah suka minum air kencing iblis, bagaimana mau membangun daerah" Bagaimana bisa berpikir yang bagus untuk kemajuan daerah" Bagaimana bisa  mengambil keputusan yang bagus untuk kepentingan umum dan seterusnya.


"Jadi, orang yang suka minum miras itu syarafnya akan terganggu. Orang Yahukimo yang mati karena HIV-AIDS awalnya juga karena minum air kencing iblis itu. Ini saya kasih nama resmi bahwa miras itu air kencing iblis, supaya para pemimpin di tanah Papua juga tahu, para generasi muda juga tahu itu. Kita ini punya pikiran, punya akhlak. Lalu bagaimana kalau minum air kencing iblis?" tegasnya.


Sementara itu, Ketua Sinode GIDI Papua Pdt. Lipiyus Biniluk,S.Th saat menyampaikan firman Tuhan pada acara ibadah pembukaan sidang pleno KPMY ini mengatakan, untuk menjadi pemimpin setidaknya ada empat strategi. Empat strategi ini sebagaimana dikisahkan dalam alkitab mengenai sukses Raja Salomo di Israel.


Lipiyus Biniluk menjelaskan, strategi yang pertama, harus menghargai orang tua. Kalau seseorang sudah durhaka kepada orang tua, maka Tuhan akan memberikan azab kepada orang itu. Kedua, dia harus tahu asalnya dari mana. "Sukses seseorang bukan karena intelektual, bukan karena punya posisi dan sebagainya, tetapi harus sadar diri asalnya dari mana. Tidak boleh sombong, karena sombong biang kehancuran," ungkapnya.


Ketiga, dia harus merendahkan diri dan mengutamakan pekerjaan Tuhan. "Kadang kalau orang sudah jadi pejabat, dia akan mundur pelan-pelan dari kegiatan gereja, padahal sebelumnya ia rajin ikut kegiatan gereja. Kita harus jadi anak Tuhan yang baik, tidak boleh lupa daratan," tegasnya.


Strategi keempat adalah pendelegasian tugas yang tepat. "Orang yang cocok ditempatkan pada tempat yang cocok, bukan karena kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). Kalau sudah KKN, maka organisasi akan mandeg," tandasnya.


Menurut Lipiyus, kalau sudah menerapkan empat strategi ini, maka Tuhan akan memberikan kepemimpinan yang luar biasa dan pemimpin itu akan dihargai oleh semua orang dan semua bangsa.  Pada acara sidang pleno yang dihadiri 500-an mahasiswa asal Yahukimo ini juga diwarnai dengan pelantikan tiga Ikatan Sub yang berada di bawah HPMY yaitu WTSP, IP2MY dan Anpropakos. (fud) (sumber : http://www.yahukimo.com/)

Warta Berita - Lima Kabupaten Pecahan dari Yahukimo Dibahas Dalam Pleno DPD/MPR RI

Warta Berita - Lima Kabupaten Pecahan dari Yahukimo Dibahas Dalam Pleno DPD/MPR RI


KPMY Post
BCI Post, WAMENA—Untuk melihat Kabupaten Yahukimo, terutama lima daerah yang akan dimekarkan menjadi kabupaten baru termasuk calon kabupaten Yahukimo Barat, Pegunungan Seir yang ber-ibu kota di Kurima, maka Rombongan DPD/MPRRI yang berjumlah 8 orang yang di Ketuai Anggota DPD Asal Papua Drs.Paulus Yohanes Sumino,MM.dengan rombongan turun langsung keYahukimo.

Kunjungan kerja ini sekalian ditandai dengan penyerahan hak hulayat kepala suku kepada Bupati Yahukimo Ones Pahabol serta dilanjutkan kepada DPD RI serta penandatanganan berita acara oleh perwakilan masing-masing kepala distrik yang berjumlah 16 orang. Sebagai tanda bahwa masyarakat, tokoh agama maupun kepala suku mendukung terbentuknya daerah otonom baru yaitu  Kabupaten Yahukimo Barat, Pegunungan Seir yang beribukota di Kurima, acara tersebut berlangsung dilapangan Kurima Yahukimo Rabu (28/3).

Menurut Anggota DPD/MPR RI. Paulus Yohanes Sumino. bahwa aspirasi ini akan mereka bawa ke jakarta sehingga pada tanggal 5 April nanti dimana saat adanya sidang pleno dan dibahas dikomisi I  yang dibahas oleh 31 Anggota dari tiap-tiap daerah, untuk mebahas daerah pemekaran baru nanti. kami akan berusaha untuk membawa aspirasi  lima calon kabupaten ini yaitu,mamberamo hulu,kab,seir,kab. yalimek, yahukimo tengah.dengan lima sukunya yaitu suku Ngalik, Mumuna, Upla, Yalli, suru-suru dan mek.”katanya.

Ada 17 Daerah otonom baru yang akan dimekarkan menjadi kabupaten dipapua termasuk lima daerah pecahan yahukimo tadi. dan untuk diseluruh Indonesia sendiri berjumlah duaratus lebih dan untuk dipapua barat berjumlah dua yaitu, pegunugan arfak, manokwari selatan. untuk pemekaran baru nantinya setelah disahkan maka adanya penyerahan Tanah,Aset pegawai.dan juga ada kewajiban pemerintah Induk untuk dapat membiayai kewajibannya selama dua tahun bagi daerah pemekaran baru. ”pungkasnya.

Sementara itu Bupati Yahukimo Ones Pahabol katakan bahwa. proses pemekaran kabupaten baru bukan wewenang dari Bupati namun itu adalah dari pemerintah pusat yakni DPD,atau DPRRI. namun untuk pemekaran distrik dan kampung adalah wewenang Bupati. untuk itu aspirasi pemekaran ini pastinya akan diproses dan keputusannya dari pusat,sehingga kami pemerintah daerah dan masyarakat hanya menunggu saja keputusan pusat.”katanya.

Sementara itu Perwakilan dari 15 Suku yang ada di yajukimo diwakili oleh kepala suku besar Yalli Bonykenem Hesegem menyerahkan aspirasi tersebut kepada Bupati yang kemudian menyerahkannya kepada DPR/MPRRI. untuk dibahas pada sidang pleno nanti. Menurut kepala suku besar Yahukimo Bonny  Kenem Hesegem bahwa, “Masyarakat pegunungan Seir sudah menunggu sangat lama pembentukan kabupaten Seir atau Yahukimo Barat ini, sehingga bisa lebih cepat  kabupaten ini terbentuk,” harapnya. (cr-77/Kilungga/BCI)

Kerohanian - Ibadah Bersama (Okumene), Ibadah Pengucapan Syukur, Komunitas Pelajar Dan Mahasiswa Yahukimo Kota Study Malang

Kerohanian - Ibadah Bersama (Okumene), Ibadah Pengucapan Syukur, Komunitas Pelajar Dan Mahasiswa Yahukimo Kota Study Malang

Ibadah Bersama (Okumene)
BCI Post, Malang, Komunitas Pelajar Dan Mahasiswa Kabupaten. Yahukimo (KPMY yang berdomisili di kota study Malang mengadakan pengucapan syukur anggota KPMY (Komunitas Pelajar Dan Mahasiswa Yahukimo) di kota Malang Jawa Timur. Acara pengucapan syukur itu berlangsung di dalam halaman Kampus Sekolah Tinggi Alkitab Nusantara (STAN) Kota Malang, Acara tersebut di sertai atau dilakukan dengan acara bakar batu (barapen) merupakan tradisi pelajar dan mahasiswa se-pegunungan tengah jayawijaya papua (Badai Pegunungan Tengah Papua).

Ibadah Bersama, Ibadah Pengucapan Syukur merupakan agenda Tahunan (Tiap Satu Tahun) oleh pelajar dan mahasiswa Yahukimo di kota Malang. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun kami lalui bersama, namun dihari yang bahagia ini kami dari komunitsa pelajar dan mahasiswa Yahukimo kota study Malang ingin sekali menyapa kembali dan ingin sekali mengucapkan Syukur Kehadirat TUHAN Yang Maha Kuasa karena anugerah dan penyertaan-Nya dari Tahun 2012 sampai masuk Tahun 2013 dalam perlindungan TUHAN, dengan penuh campur tangan TUHAN hingga detik ini. Terimakasi TUHAN Engkau adalah Landasan Hidup Kami. 

Acara itu, dipimpin oleh Bpk. Ev. Matius Sobolim,S.Th. Dengan tema “MENGUCAP  SYUKUR DALAM SEGALA HAL”, paparan Firman Tuahan yang disampaikan, diambil  dari Surat Paulus Kepada Jemaat di Tesalonika (I Tesalonika 5:18). Inti penekanan dalam Firman Tuhan menekankan bahwa  “Keberhasilan Karena Belajar Menghargai Proses”. Keberhasilan bukanlah hal yang kebetulan. Keberhasilan atau ”berhasil” adalah karena mampu melewati tantangan dan proses. Dimana-mana pasti ada proses. Suatu proses  pasti dimulai dari yang terkecil atau sebaliknya, hingga menjadi besar. Yang namanya proses pasti sakit dan membutukan kesabaran dan ketekunan. Tanpa proses yang matang, mentalitas seseorang gampang diombang-ambingkan. Dengan melewati proses, setiap kita memahami bahwa, Tuhan memilih kita untuk menjadi kepala, bukan ekor. Orang yang dipilih oleh Allah, pasti ia akan mejadi pemimpin, bukan menjadi ekor atau anggota. 

Acara pengucapan syukur itu di hadiri oleh seluruh pelajar dan mahasiswa se-pegunungan tengah jayawijaya papua (Badai Pegunungan Tengah Papua), yang berdomisili di Kota Malang Raya.Tidak terhitung dengan simpatisan (dari Djawa) dan beberapa donatur nasional maupun Internasional. (By. Ed. Cs).

Kumpulan Mahasiswa Yahukimo Korwil Malang 2013-2016 Terbentuk


KPMY Malang
Malang (BCI Post)-Ratusan Pelajar dan Mahasiswa asal kabupaten Yahukimo yang tergabung dalam wadah Komunitas Pelajar Dan Mahasiswa Yahukimo (KPMY) Korwil Malang, terus menata diri mereka untuk menjadi mitra pemerintah. Setelah terjadi masa demosioner pengurus yang lama, Kamis (5/9/2013) telah terpilih pengurus yang baru masa priode 2013-2016.

Rio Silak selaku ketuaKomunitas Pelajar Dan Mahasiswa Kabupaten Yahukimo (KPMY) Korwil Malang yang terpilih  saat di temui BCI Post di sela musyawarah pemilihan yang berlansung di gedung Auulah STAN Nusantara Malang, pagi kemarin  mengatakan, wadah ikatan atau komunitas ini yang di dalamnya terdiri dari mahasiswa dan pelajar asal 52 distrik dan 518 kampung yang ada di Yahukimo yang kini menuntut ilmu di kota studi Malang siap memberikan kontribusi yang terbaik bagi pemerintah Kabupaten Yahukimo.

Kami Pelajar Dan Mahasiswa Kabupaten Yahukimo  yag ada di kota kota Studi Malang Jawa Timur  adalah merupakan generasi penerus pembangunan kabupaten Yahukimo. Dalam setiap program kerja komunitas atau ikatan ini, kami siap memberikan sumbangsi pemikiran yang konstruktif bagi untuk pemerintah Kabupaten Yahukimo,” ujarnya.

Menurutnya saat ini ada beban moral yang di emban oleh pelajar dan mahasiswa asal kabupaten Yahukimo kota studi (wilayah) Malang. Oleh sebab itu wadah ini akan terus mendorong proses pembinaan bagi generasi muda Yahukimo yang ada guna bermamfaat bagi pemerintah, masyarakat dan gereja.

Pada kesempatan ini juga, Rio Silak berharap wadah ikatan atau Komunitas pelajar dan mahasiswa asal kabupaten Yahukimi kota studi Malang dapat di perhatikan secara baik oleh Pemkab Yahukimo, terutama pada saana dan prasarana penjang sekolah dan kuliah mereka. Sementara itu, pada musyawarah ini terpilih perngurus inti ketua. Rio Silak, Sekertaris , bendahara,. (BCI/Tabuni Wrote)