Tampilkan postingan dengan label TRWP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TRWP. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juni 2014

Lt. Gen. TRWP Amunggut Tabi: Mari Kita Baca Politik Melanesia

KPMY MALANG
Situs online Komunitas Pelajar Dan Mahasiswa Yahukimo Kota Studi Malang Jawa Timur

Lt. Gen. TRWP Amunggut Tabi: Mari Kita Baca Politik Melanesia

Menanggapi tanggapan TRWP atas keputusan para pemimpin Melanesia atas lamaran WPNCL untuk menjadi anggota MSG, maka PMNews menggali sedikit latar-belakang pernyataan yang telah dikeluarkan para pemimpin Melanesia.
General Tabi menyatakan,
Sekarang waktunya kita berbicara dalam kerangka ke-Melanesia-an. Asia dan Asia Tenggara sudah bergerak ke arah pemikiran dan pembicaraan ke-Asia-an, Eropa sudah tuntas menyelesaikan ke-Eropa-an mereka. Amerika masih bergulat antara Amerika Utara dan Selatan. Afrika masih berjuang dengan yang Kristen dan non-Kristen, yang bekas jajahan Perancis dan Inggris dan Jerman dan lain sebaginya. Kita di Melanesia harus mulai berpikir secara ke-Melanesia-an”
Berikut petikan wawancara singkat :
PMNews: Selamat malam. Kami mengganggu sedikit untuk menggali sedikit terkait pernyataan yang telah dibuat dan telah kami terbitkan terkait dengan keputusan para pemimpin MSG menyangkut lamaran WPNCL menjadi anggota MSG.
Amunggut Tabi (TRWP): Saya mau kita tarik pelajaran pertama dan terpenting dari semua ini ialah bahwa masalah dan isu Papua sekarang sudah menjadi agenda Melanesia. Itu yang begitu lama kami tunggu. Jadi, setelah bola bergulir ke meja MSG, baru kita kana atur agenda lainnya menyusul.
PMNews: Sebenarnya pada prinsipnya mereka menolak lamaran WPNCL, bukan?
Amunggut Tabi (TRWP): Bukan begitu. Justru sebaliknya, pada prinsipnya mereka semua menerima lamaran tentang West Papua menjadi anggota MSG, tetapi mereka menyatakan perlu ada pembicaraan inclusive semua orang Papua untuk menentukan keterwakilan itu. Jadi bukan WPNCL yang mewakili West Papua, tetapi semua elemen orang Papua yang mewakili orang Papua.
Jadi, orang Melanesia ialah orang Melanesia, orang Melanesia anggota OPM, orang Melanesia Gubernur, orang Melanesia Bupati, orang Melanesia anggota DPR RI atau DPRP, semua orang Melanesia, semua perwira maupun pejabat TRWP, semuanya, seluruhnya. Itu yang mereka maksudkan. Mereka bukannya tidak menerima lamaran, tetapi mereka menerima dengan memperluas cakupan manusia yang terwakili dalam keanggotaan itu.
PMNews:Tetapi pada prinsipnya WPNCL tidak diterima, bukan?
TRWP: WPNCL bukan tidka diterima tetapi disuruh memperluas jangkauan keanggotaannya. Orang Papua ada yang di pengasingan, ada yang di tanah ai di Timur dan Barat pulau New Guinea, ada pendukung OPM, ada pejabat NKRI, ada orang gereja, ada orang LSM, jadi semua harus diwakili. Itu maksud mereka. Kalau semua diwakili, itu baru wakil dari West Papua ke dalam komunitas Melanesia. Jadi bukan Melanesia Papua Merdeka saja, dan bukan Melanesia NKRI harga mati saja, tetapi semua Melanesia.
PMNews: Bagaimana kalau nantinya Melanesia NKRI harga mati lagi masuk ke dalam kelompok ini?
TRWP: Jadi, keterwakilan di MSG itu tidak terkait dengan pandangan politik, tetapi terkait dengan Manusianya, ras orang itu. Jadi semua orang Melanesia tanpa membedakan pandangan politik.
PMNews: Lalu di mana letak kemenangan sampai TRWP sudah terlanjut sampaikan ucapan salut dan hormat?
TRWP: Ucapan itu kami sampaikan berdasarkan fakta pertama negara-negara Melanesia sudah berani berbicara dan mengagendakan serta mengambil langkah tindak-lanjut tentang isu West Papua. Itu sudah langkah luarbiasa. Dulu masalah ini dihindari dengan berbagai macam alasan, bahkan antara mencium kotoran manusia dengan mencium nama West Papua hampir sama. Begitu mereka mendengarnya, mereka akan lari dari Anda. Sangat menyakitkan! Tetapi itu kan sekarang tidak lagi, mereka sudah terlibat dalam membicarakan masalah mereka sendiri, masalah Melanesia secara resmi dalam forum pemimpin negara-negara Melanesia.
Jadi kejadian ini dan langkah ini dan keputusan ini harus disambut gembira. Tinggal tidak optimal atau tidaknya itu diupayakan bersama dalam perjuangan ke depan. Kita harus mensyukuri apa yang telah diraih, baru dari situ kita bangun terus ke dapan. Jangan selamanya kita mengutuk, menolak dan menyesali raihan-raihan kita orang Melanesia sendiri.
PMNews: Bagaimana kalau WPNCL memandang keputusan ini tidak tepat?
TRWP: Itu penilaian kita serahkan kepada para pemimpin WPNCL. Tetapi kami pikir mereka akan melihat masalah ini sama dengan yang kami lihat. Mereka itu para politisi senior, tidak sama dengan kami di hutan yang tidak tahu banyak tentang politik.
PMNews: Apa yang akan dilakukan TRWP menyusul keputusan ini?
TRWP: Pekerjaan pokok TRWP itu mengangkat senjata dan berperang menentang penjajah. Itu tidak bisa dirubah oleh kondisi apapun.
PMNews: Kalau misalnya para pemimpin MSG meminta Anda untuk tidak mengangkat senjata?
TRWP: Itu harapan Anda? Dalam pernyataan tadi tidak ada satupn mereka singgung tentang TRWP atau OPM atau apapun. Mereka hanya singgung WPNCL. Yang mereka permasalahkan di sini isu Melanesia dan keanggotaannya. Mereka tidak menyinggung Papua Merdeka atau organisasinya. Agenda itu tidak ada. Jadi yang kami sampaikan ucapan selamat ini menyangkut “integrasi Melanesia” menurut ras dan keturunan kita, bukan secara politik.
PMNews: Apakah ada harapan proses penyatuan ras dan keturuan ini mengantar kita kepada kemerdekaan?
TRWP: Itu tidak perlu ditanyakan. Dan juga tidak perlu dijawab. Ada pepatah Indonesia, “Tak kenal maka tak sayang”, begitu kah? Itu maksudnya. Kita tidak usah bermimpi sebelum waktu mimpi tiba. Kita bangun dulu, baru akan tidur, baru waktu tidur kita bermimpi.
Kita harus baca politik Melanesia dari kacamata Melanesia, dalam ke-Melansia-an kita. Kita jangan terpengaruh oleh politik “curiga” dan “tidak pecaya” yang diajarkan NKRI. Kita harus yakin bahwa para pemimpin Melanesia ini tahu mereka sedang berbicara tentang tanah leluhur mereka sendiri. Tetapi mereka tahu bahwa dunia ini ada yang mengatur dan mereka harus bermain dalam aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh para pemimpin dunia.
Kita harus melihat tembus ke dalam hati para pemimpin yang mengambil keputusan, bukan sebatas kata-kata yang tertera dalam komunike. Kita sebagai orang Melanesia sebenarnya dalam budaya kita biasa memahami pesan dari cara kita menyampaikan dan dalam konteks apa kita sampaikan, bukan hanya apa yang kita sampaikan saja. Itu sejak nenek-moyang kita ketahui. Semua perkembangan yang terjadi di Melanesia mari kita soroti dan amati dari kacamata Melanesia.
Itu sebabnya dulu dalam salah satu wawancara saya katakan “Let us do it in our Melanesia way”. Kita orang Melanesia punya sistem sosial, sistem nilai, sistem kekerabatan, sistem politik dan militer, aturan perang, aturan politik yang sudah baku, yang harus diamalkan oleh orang Melanesia sekarang dan yang akan datang. Oleh karen aitu apa pun yang terjadi di wilayah kita haruslah kita sambut dalam roh ke-Melanesia-an dan dalam kacamata Melanesia.
Sekarang waktunya kita berbicara dalam kerangka ke-Melanesia-an. Asia dan Asia Tenggara sudah bergerak ke arah pemikiran dan pembicaraan ke-Asia-an, Eropa sudah tuntas menyelesaikan ke-Eropa-an mereka. Amerika masih bergulat antara Amerika Utara dan Selatan. Afrika masih berjuang dengan yang Kristen dan non-Kristen, yang bekas jajahan Perancis dan Inggris dan Jerman dan lain sebaginya. Kita di Melanesia harus mulai berpikir secara ke-Melanesia-an
PMNews; Sudah jelas sekarang, dan kami ucapkan terimakasih. Kami sudah dapat gambaran lebih sekarang. Untuk sekarang kami cukupkan dulu. Sekali lagi terimakasih.
TRWP: Terimakasih banyak.

Minggu, 22 Juni 2014

Inilah Pembagian Wilayah Teritorial Komando TPNPB, TRWP, TNPB, KNPB, GP3PB, AMP


Inilah Pembagian Wilayah Teritorial Komando TPNPB, TRWP, TNPB, KNPB, GP3PB, AMP

LUGAS
| Jayapura
- Dalam garis komando teritorial TPN-OPM, Papua yang terdiri dari Propinsi Papua dan Papua Barat, terdiri dari 257 suku bangsa. Seluruh suku bangsa tersebut dikelompokkan menjadi 7 wilayah adat yang kemudian dijadikan 7 wilayah komando. Ketujuh wilayah Komando tersebut adalah:

    I.Mamta : Papua Timur Laut
    II.Saereri : Papua Utara/Teluk Cenderawaih
    III.Domberai : Papua Barat Laut
    IV.Bomberai : Papua Barat
    V.Anim Ha : Papua Selatan
    VI.La Pago : Papua Tengah
    VI.Meepago : Papua Tengah Barat

I. KOMANDO WILAYAH MAMTAWilayah Adat Mamta merupakan wilayah adat sekitar Jayapura. Wilayah adat mamta merupakan wilayah adat terbesar dengan 87 suku. Wilayah Mamta terdiri dari:
    Port Numbay
    Sentani
    Sarmi
    Memberamo Raya
    Keroom

II.KOMANDO WILAYAH SAERERIWilayah Saereri terletak di sekitar Teluk Cenderawasih, meliputi:
    Biak Numfor
    Supiori
    Yapen
    Waropen
    Nabire bagian pantai

III.KOMANDO WILAYAH DOMBERAIWilayah Domberai terletak di Papua Barat Laut sekitar Sorong Manokwari, meliputi:
    Manokwari
    Bintuni
    Wondama
    Sorong
    Raja Ampat
    Sorong Selatan
    Tambrauw

IV.KOMANDO WILAYAH BOMBERAIWilayah Bomberai terletak di Papua Barat yakni Fakfak Mimika dan sekitarnya, meliputi:
    Fakfak
    Kaimana
    Mimika Pantai

V. KOMANDO WILAYAH HA ANIMWilayah Ha Anim terletak di Papua Selatan yakni Merauke dan sekitarnya, meliputi:
    Merauke
    Boven Digul
    Mappi
    Asmat

VI.KOMANDO WILAYAH LA PAGOWilayah La Pago merupakan wilayah adat terkecil terletak di Pegunungan Papua Tengah Bagian Timur, meliputi:
    Pegunungan Bintang
    Wamena
    Lani jaya
    Puncak jaya
    Pucak
    Nduga
    Yahukimo
    Yalimo
    Mamberamo Tengah
    Tolikara

VII. KOMANDO WILAYAH ME PAGOWilayah Mee Pago terletak di Pegunungan Papua Bagian Tengah, meliputi:
    Intan jaya
    Paniai
    Deiyai
    Dogiyai
    Nabire Gunung
    Mimika Gunung

WPNLA : KOMNAS TPNPB, TNPB, TRWP/WPRA, OPM, KNPB, AMP, GP3PB

WPNLA News And Media : KOMNAS TPNPB, TNPB, TRWP/WPRA, OPM, KNPB, AMP, GP3PB

Melanesia Post
WPNLA News And Media : KOMNAS TPNPB, TNPB, TRWP/WPRA, OPM, KNPB, AMP, GP3PB

Ada upaya-upaya utk menginvasi papua dengan rayuan, tipuan dan kekerasan utk membuat takut warga bani papua spy tdk lagi memiliki rasa idealisme perjuangan.

Cara2 demikian dimainkan oleh beberapa orang2 sebrang dari pulau jawa dan makasar utk berusaha keras menyerang teritorial Papua dgn berusaha mendoktrinkan pengajaran2 yg sesat kpd org2 papua.

Saya harus mengatakan kpd saudara/i bani papua dan menyebutkan dgn terang2an bhw : hati2 dgn mantan wakil presiden indo (yusuf kalla) yang memulai pemikiran utk mengislamkan Ntt, bali, minahasa, dan terlebih lagi adalah papua.

Sekarang telah di buat skenario oleh Front pembela islam (fpi) di bwh standart operasi prosedur/SOP syariat islam khalifah islamiah 1000 utk mengislamkan daerah2 yg merupakan kantong2 kristen meliputi target sbb :

1. Papua (Menjadi perhatian yg serius)
2. NTT
3. Maluku
4. Minahasa (manado, toraja, kendari, palu & gorontalo dll
5. Kalimantan
6. Sumatra
7. Bali & lombok.

Jika sdh berhasil maka pulau jawa akan mengikutinya.

Pemikiran ini dicetuskan dlm beberapa pertemuan rahasia antara Yusuf kalla dan beberapa elemen dan okp moslem meliputi Fpi & beberapa forum2 moslem lain nya yg tdk ingin papua menjadi bgs yg merdeka dari penindasan.

Sehingga dgn jalan itu spy perjuangan menjadi terhambat sebab jika demikian supaya dibuat ada pertentangan antara org papua dan papua.

Lalu org di luar non papua mulai menikmati keuntungan dan mengeruk benefit2 dari hasil skenario tersebut.

Ini adalah konspiracy oleh Yusuf kalla & kroni2 nya yg dibahas dan digodok dlm agenda group opportunis yg telah disepakati bersama sbg wujud aklamasi dan diputuskan dan ditetapkan dlm rapat dengar pendapat forum resmi bersama Fpi dan organisasi2 moslem lainya.

Mereka di sponsori oleh pemerintah Indonesia dgn dana dan juga para donatur2 yg telah siap membiayai rencana busuk mereka.

Oleh sebab itu saya a/n :

Gen. Goliath N Tabuni

~> menyerukan & menghimbau kpd segenap warga bani papua utk tetap waspada, berdiri tegak dan tetap berjuang.

~> Jgn bimbang, jgn ragu dan jangan mau di bohongi apalagi dibodohi.

~> Mari tetapkan dlm hati komitmen yg teguh, jgn tawar hati jgn gundah gulana.

~> jgn ada yg mau menerima traktat2 atau pengajaran2, atau doktrin2, atau pakaian, atau makanan yg kesan nya adalah membantu/menolong, diluar pengajaran Tuhan Yesus Kristus.

~> jgn ada yg meninggalkan Tuhan Yesus Kristus dgn beralih keyakinan dan murtad ke jalan neraka.

~> tetapi bulatkan hati dalam kesatuan tubuh Kristus utk melawan tipu muslihat iblis dan alat2 nya.

Akhir kata tetaplah berjuang & waspada sebab di depan kita ada kemenangan & kemerdekaan.

Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

Salam perjuangan.

Merdeka..!!!3


WPNLA News And Media : KOMNAS TPNPB, TNPB, TRWP/WPRA, OPM, KNPB, AMP, GP3PB

Berdukacita Sedalam-Dalamnya atas Meninggalnya Kepala Suku Alpius Negro Kogoya

Berdukacita Sedalam-Dalamnya atas Meninggalnya Kepala Suku

"Alpius Negro Kogoya"

Dengan menundukkan kepala dan mengangkat hati ke hadirat Tuhan Pencipta kita sekalian, dengan ini segenap Crew and Editorial Board Papua Merdeka News, bersama para Perwira Tentara Revolusi West Papua (TRWP) menyampaikan

BERDUKACITA SEDALAM-DALAMNYA

atas wafatnya

Bapak Kepala Suku Perang Suku Lani,

" Alpius Negro Kogoya"

yang menghadap ke hadirat Sang Pencipta pada
Tanggal 21 April 2014
di Timika, West Papua.
Semoga apa yang telah ditanam selama sang Kepala Perang hidup menjadi bibit unggul dan berbuah-lebat di seluruh Tanah Papua, untuk membawa kebebasan dan kemerdekaan bagi bangsa Papua.
Tuhan, Engkau yang memberi tokoh Masyarakat Papua, dan Engkau Mengambilnya kembali. Berikanlah kami orang-tua orang tua pengganti yang akan membantu membimbing kami menuju cita-cita perjuangan bangsa Papua.

Gen. TRWP Mathias Wenda bersama seluruh perwira TRWP di pulau New Guinea
Lt. Gen. TRWP Amunggut Tabi bersama seluruh staff Sekretariat-Jenderal TRWP
Kepala Suku Perang Elly Togodly bersama seluruh Team Kerja DeMMAK (Dewan Musyawarah Masyarakat Adat Koteka)

Editor in Chief HPNewsCollective Editorial Board