Tampilkan postingan dengan label KNPB News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KNPB News. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Agustus 2014

FOTO PROSESI PEMAKAMAN ANGGOTA MILITAN KNPB

FOTO PROSESI PEMAKAMAN ANGGOTA MILITAN KNPB

Almarhum Tn. Maklon Mayor  Umur  54 tahun adalah anggota tetap Militan Knpb Wilayah Timika sector Kapim, beliau menghempus Nafas terakhir hari ini, sebelumnya beliau menderita penyakit Ginjal dari bulan april 2014 sampai kini sudah empat bulan lamanya almarhum menderita.
Almarhum Mayor, juga salah satu anggota Tukan bangunan kantor Papua Merdeka (Free West Papua Office) dalam negeri, Knpb & PRD Wilayah Bomberay.
“kata terakhir dari Almarhum Tn. Maklon Mayor bahwa BIAR SAYA DI PANGGIL TUHAN ALLAH BANGSA PAPUA SEMANGAT JUANG UNTUK PAPUA MERDEKA KU TINGGALKAN SEBAGAI KENANGAN UNTUK SEMUA KAWAN-KAWAN PEJUANG SEJATI PAPUA MERDEKA” Begitu ungkapan beliau saat dia masih dirumah sakit. Baca selangkapnya
Foto saat Pengormatan anggota Militan Knpb  sebelum menutup peti jenasah Almarhum
Foto saat menutupi pintu jenasah 
Anggota militan KNPB, menghormati  atas Jasa Almarhum selama hidupnya bekerja untuk Papua merdeka
Upacara Militer sebelum Pemakaman
Upacara Militer sebelum Pemakaman 
sebelum memasukan dalam kuburan anggota Militan Knpb  melakukan penghormatan Terakhir

Ibadah Pelepasan

Saat anggota Militan KNPB memasukan mayat Almarhum dalam Peristratan terakhir
Sumber: KNPB TIMIKAnews

Minggu, 22 Juni 2014

Inilah Pembagian Wilayah Teritorial Komando TPNPB, TRWP, TNPB, KNPB, GP3PB, AMP


Inilah Pembagian Wilayah Teritorial Komando TPNPB, TRWP, TNPB, KNPB, GP3PB, AMP

LUGAS
| Jayapura
- Dalam garis komando teritorial TPN-OPM, Papua yang terdiri dari Propinsi Papua dan Papua Barat, terdiri dari 257 suku bangsa. Seluruh suku bangsa tersebut dikelompokkan menjadi 7 wilayah adat yang kemudian dijadikan 7 wilayah komando. Ketujuh wilayah Komando tersebut adalah:

    I.Mamta : Papua Timur Laut
    II.Saereri : Papua Utara/Teluk Cenderawaih
    III.Domberai : Papua Barat Laut
    IV.Bomberai : Papua Barat
    V.Anim Ha : Papua Selatan
    VI.La Pago : Papua Tengah
    VI.Meepago : Papua Tengah Barat

I. KOMANDO WILAYAH MAMTAWilayah Adat Mamta merupakan wilayah adat sekitar Jayapura. Wilayah adat mamta merupakan wilayah adat terbesar dengan 87 suku. Wilayah Mamta terdiri dari:
    Port Numbay
    Sentani
    Sarmi
    Memberamo Raya
    Keroom

II.KOMANDO WILAYAH SAERERIWilayah Saereri terletak di sekitar Teluk Cenderawasih, meliputi:
    Biak Numfor
    Supiori
    Yapen
    Waropen
    Nabire bagian pantai

III.KOMANDO WILAYAH DOMBERAIWilayah Domberai terletak di Papua Barat Laut sekitar Sorong Manokwari, meliputi:
    Manokwari
    Bintuni
    Wondama
    Sorong
    Raja Ampat
    Sorong Selatan
    Tambrauw

IV.KOMANDO WILAYAH BOMBERAIWilayah Bomberai terletak di Papua Barat yakni Fakfak Mimika dan sekitarnya, meliputi:
    Fakfak
    Kaimana
    Mimika Pantai

V. KOMANDO WILAYAH HA ANIMWilayah Ha Anim terletak di Papua Selatan yakni Merauke dan sekitarnya, meliputi:
    Merauke
    Boven Digul
    Mappi
    Asmat

VI.KOMANDO WILAYAH LA PAGOWilayah La Pago merupakan wilayah adat terkecil terletak di Pegunungan Papua Tengah Bagian Timur, meliputi:
    Pegunungan Bintang
    Wamena
    Lani jaya
    Puncak jaya
    Pucak
    Nduga
    Yahukimo
    Yalimo
    Mamberamo Tengah
    Tolikara

VII. KOMANDO WILAYAH ME PAGOWilayah Mee Pago terletak di Pegunungan Papua Bagian Tengah, meliputi:
    Intan jaya
    Paniai
    Deiyai
    Dogiyai
    Nabire Gunung
    Mimika Gunung

Ketua I KNPB Pusat: Masa Depan Bangsa Papua Tidak ada di Tangan PILPRES 2014

Ketua I KNPB Pusat: Masa Depan Bangsa Papua Tidak ada di Tangan PILPRES 2014

Agus kossay
Jayapura, KNPBNews – Ketua I Komite Nasional Papua Barat, tuan Agus Kossay kembali menegaskan bahwa masa depan hidup bangsa Papua tidak ada ditangan Jokowi dan Prabowo, pernyataan ini disampaikan pada hari Jumat (20/6/2014) dari Jayapura-Papua Barat. “Saya mau katakan nasib bangsa Papua Barat kedepannya ada di tangan kita sendiri. Omong kosong kalau dikatakan setelah Jokowi atau Prabowo menjadi Presiden, nasib bangsa Papua Barat akan lebih baik, itu pernyataan-pernyataan omong kosong,” ujarnya.
Menurut Kossay, yang dituntut Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di hutan-hutan belentara Papua, aktivis-aktivis Papua merdeka ditempat-tempat pelarian, bersama massa rakyat sejak tahun 1969 higga kini adalah hak politik dan kedaulatan bangsa Papua Barat.
“Kami mau merdeka dan berdaulat sendiri diatas tanah leluher kami, negeri Melanesia. Kami tidak minta makan, minum, kesejahteraan, dan iming-iming lainnya, sementara pembantaiaan dan pembunuhan terhadap orang Papua masih terus dilakukan oleh TNI/Polri.”
“Ini yang harus diingat oleh siapapun orang Papua, juga pemerintah Jakarta, pimpinan-pimpinan partai politik lokal maupun nasional juga stop membodohi rakyat Papua dengan sesuatu yang tidak pasti. Saya minta dengan tegas hentikan aksi-aksi licik itu,” tegas Kossay.
Dikatakan, saat ini diplomasi yang dibangun diplomat Papua Merdeka di Inggris, Tuan Benny Wenda, dan di Amerika Serikat tuan Octovianus Mote, serta di negara-negara pasifik tuan Ottow Ondawame, dan kawan-kawan masih terus berlanjut.
“Rakyat Papua perlu tahu, diplomasi kita di tingkat internasional masih terus berjalan. Bukan berarti euforia pemilihan legislatif dan pemilihan presiden akan menghentikan aksi-aksi mereka, sama sekali saya katakan itu tidak akan menghentikan perjuangana rakyat bangsa Papua Barat,” himbau Kossay.
Di tanah Papua sendiri lanjut Kossay, KNPB, Parlemen Nasional West Papua (PNWP), bersama organ dan faksi-faksi lainnya masih terus eksis memperjuangkan hak-hak politik untuk bangsa Papua Barat.
“KNPB sama sekali tidak pernah mundur satu langkahpun. KNPB tidak takut dan akan maju terus sampai titik darah penghabisan. KNPB masih terus eksis. Mako Tabuni boleh ditembak mati oleh Densus 88 pimpinan Tito Karnavian, Bucthar Tabuni boleh diberikan status DPO, Victor Yeimo boleh saja di penjarakan, tapi semangat mereka masih terus berjuang bersama kami,” tambahnya.
Kossay juga menghimbau rakyat Papua Barat, dan anggota KNPB di seluruh tanah Papua untuk tidak ikut memberikan pilihan dalam Pilpres mendatang.
“Dari awal KNPB sudah bersepakat untuk boikot Pilpres. Karena itu kami tidak akan pernah berpartisipasi dalam perpolitikan kolonial Indonesia. Kami akan tetap boikot Pilpres selama masih ada dalam Indonesia,” pungkasnya.
Terkait tanggapan Kapolda Papua, Tito Karnavian yang akan mempidanakan siapapun yang memboikot Pilpres, Kossay menuturkan himbaun seperti itu merupakan bentuk intervensi, intimidasi, dan pembunuhan karakter tiap individu yang merupakan masyarakat merdeka.
“Saya kasih contoh,  jika Tito Karnavian tidak biasa makan wam (babi) atau dilarang dalam hukum agamanya, tapi karena ada ancaman pidana, atau akan dihukum masuk penjara, apakah beliau akan tetap makan, kan jawabannya pasti tidak akan makan toh; Kalau terus dipaksa untuk makan, berarti yang paksa itu melakukan pelanggaran HAM terhadap pak Tito.”
“Sekarang tinggal kita balik saja, rakyat Papua sama sekali tidak ingin memberikan pilihan untuk presden RI karena merasa bukan bagian dari negara ini, apakah ketika dipaksa atau diancam pidana lantas kita akan memberikan pilihan atau ikut mencoblos, jawabannya tidak toh; Jadi saya harap Kapolda tidak main paksa-paksa, dan mengerti konteks saat ini,” jelasnya.
 
Sumber :  www.knpbnews.com

Gema Papua Merdeka Bikin Indonesia Panik

Gema Papua Merdeka Bikin Indonesia Panik

Jayapura, KNPBnews – Perjuangan Papua Merdeka terus bergema. Penguasa kolonial Indonesia sepertinya sudah tidak sanggup menghalau dengan cara-cara busuknya. Kunjungan SBY ke Fiji hingga operasi intelijen di dunia maya menunjukan kepanikan Indonesia atas gaung Papua Merdeka.
Demikian kesimpulan pembacaan situasi yang dikeluarkan oleh Sekretariat Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Menurut KNPB, kunjungan Presiden SBY ke Fiji kemarin adalah sikap kepanikan Indonesia karena kebenaran yang diperjuangkan oleh bangsa Papua selama ini mulai diperjuangkan secara terbuka oleh Masyarakat dan Gereja-Gereja di Melanesia, Pasifik dan negara-negara lain.
Selain itu, KNPB juga memandang adanya operasi intelijen Indonesia melalui perang opini di dunia maya. Intelijen Indonesia berpura-pura menggunakan identitas nama dan marga orang Papua dan menulis opini-opini yang bertujuan menggiring pikiran pembaca untuk mengambil sikap apatis terhadap perjuangan bangsa Papua.
“Mereka menggunakan situs bebas kompasiana, dan situs -situs tanpa identitas lainnya, lalu mereka sebarkan ke group-group dan pengguna media sosial facebook dan twitter milik orang Papua. Lucunya, mereka berusaha menyampaikan ide-ide kesejahteraan dan pembangunan NKRI sambil menyudutkan perjuangan Papua Merdeka,” tulis KNPB dalam uraiannya
Namun demikian, menurut KNPB, rakyat West Papua tidak akan mudah menelan semua propaganda penjajah secara mentah-mentah. Rakyat West Papua sudah tidak dapat ditipu lagi. Mereka akan memilih mana berita yang benar dan mana berita yang berasal dari Intelijen Indonesia.
Selain operasi intelijen di dunia maya, Pemerintah kolonial Indonesia melalui kaki tangannya, yakni elit-elit birokrat kolonial Indonesia yang dibayar dengan rupiah di Papua, terus menggalang perhatian rakyat West Papua melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat keberpihakan.
Padahal, menurut KNPB, kegiatan-kegiatan itu bermuatan politik penjajahan, yakni agar rakyat lupa diri, dan lupa pada perjuangan. “Melalui Siaran TVRI Papua, Cenderawasih Pos, bahkan melalui Siaran RRI, Indonesia sedang mengambil perhatian orang Papua agar lupa pada perjuangan Papua Merdeka yang terus merambat ke seluruh dunia,”jelas KNPB.
Sementara, Militer Indonesia di Papua sengaja menebar teror, menangkap dan membunuh pejuang Papua Merdeka agar memberi efek jerah terhadap rakyat West Papua yang hendak berjuang demi hak dan martabatnya sebagai manusia.
Juga, menurut KNPB, para intelektual Papua digiring dalam rayuan agenda-agenda kolonial Indonesia seperti Pilkada, Pileg, dan Pilpres. Karakter mereka dirusak dalam konflik-konflik Pilkada, Pileg dan lain-lain. Sementara mereka dibuat lupa bahwa para kolonial dan kapitalis global asik bertransaksi emas di PT. Freeport,
Untuk itu, melalui pembacaan situasi ini, KNPB menyampaikan agar rakyat Papua yang ada di teritori West Papua agar dapat membedakan dan menolak setiap siasat kolonialisme Indonesia. KNPB mengingatkan agar rakyat dapat percaya diri dan tidak takut pada pendiriannya, karena dunia mulai mengerti kebenaran yang diperjuangan oleh orang Papua.
“Indonesia semakin panik karena kebenaran tentang perjuangan bangsa Papua terus dipertentangkan dan didorong melalui proses-proses yang legal dan bermartabat di West Papua maupun di dunia Internasional”, demikian tulis KNPB dalam paragraf penutupnya.
sUMBER :  www.knpbnews.com

KNPB DAN PRD YAHUKIMO BERSAMA RIBUAN ORANG MENOLAK ANEKSASI 1 MEI 1963

KNPB DAN PRD YAHUKIMO BERSAMA RIBUAN ORANG MENOLAK ANEKSASI 1 MEI 1963

Yahukimo 01 Mei 2014. Rakyat Papuan  Barat wilayah Yahukimo turun jalan menaolak hari anek sasi bangsa papua Barat  01 Mei 1963, Rubuan orang turun jalan dengan membawa berbagai tulisan pamplet spanduk dan juga membawah alat budaya sebagai Indentitas Bangsa Papua.

Aksi  menolak Hari Aneksasi yang dimediasi oleh KNPB tersebut dimulai sejak pukul 08,00 WPB  sampai dengan berakhir Pada pukul 17.00 WPB . masa berkumpul di berbagai titik lalu berkabung di jalan Gunug dan menuju di lapangan kantor Bupati lama sebagai tempat atau titik sentral aksi Demo damai tersebut.
Pada pukul 12.50 WPB masa berkumpul di lapagan kantor Bupati lama Kabupaten Yahukimo dan melakukan orasi -orasi politik dari berbagai komponen  rakyat yang hadir di  dalam aksi demo. dalam orasi -orasi politik dari sejumlah orator menolak kekuasan NKRI di Papua Barat Sejak 01 Mei 1963 sampai sat ini, sedang menjajah Bangsa Papua dengan kekuatan militernya untuk mempertahankan kekuasaan di Papua Barat.

Bukan hanya orasi politik dari sejumlah Pamplet yang bertuliskan menolak hari Aneksasi dan menolak tegas pemilihan persiden 2014, selain itu ada tulisan di pamplet disebutkan Boikot Pilpres 2014 dan solusi, Referendum sega di Papua barat.

Selain itu ketua KNPB wilayah yahukimo Arinus suhuniap meluli ponsel selulernya  melaporkan kepada suara duka dari  papua bahwa, aksi demo damai yang dimediasi oleh Komite Nasional Papua Barat KNPB tersebut dihadiri oleh seluruh rakyat di lapangan kantor Bupati lama tersebut berjalan aman dan tertib tegasnyan.
Lebih  Lanjut ketua KNPB mengatakan bahwa, yang menjadi Tuntutan rakyat Papua wilayah Yahukimo adalah:

Pertama : Tolak Aneksasi Bangsa Papua Barat ke dalam NKRI dan menuntut hak penetuan Nasib Sendiri (Self Deremination) Bagi Bangsa papua Barat;

kedua : Menolak dengan tegas Pemilihan Persiden Rebupulik Indonesia (PILPRES 2014) di tanah Papua dan Solusi Referendum di Papua;

Ketiga : Menyerukan Kepda seluruh rakyap Papua Boikot Pilpres 2014 tidak dengan menggunakan cara kekerasan, tetapi hakm untuk tidak terlibat dalam pencoblosan di TPS, karena rakyat Papua Barat akan menentukan Nasib Masa depan mereka melalui "Referendum";

Yang ke Empat : PBB,Amerika Serikat, Belanda dan Indonesia harus bertanggung jawab atas Nasib bangsa Papua Barat, karena persengkongkolan di level Internasional sampai dengan Penyerahan Adminitrasi Papua Barat sera sepihak kepada Indonesia oleh UNTEA, untuk kepentingan Ekonomi AS di papuategasnya.
kemudian Ketua PRD wilayah yahukimo Aminus Balingga mengatakan melalui poselnya kepada suara duka dari Papua bahwa,  kami  PRD Yahukimo menolak dengan tegas  hari Aneksasi Papua Barat, 1 Mei 1963 oleh UNTEA kepada Indonesia karena Bangsa Papua Barat Belum pernah diberikan kesempatan untuk menetukan nasibnya Sendiri.
Lebih lanjut Aminus Menyeruhkan kepada rakyat untuk Boikot Pilpres 2014 dan Menuntu digelarnya Referendum di Papua Barat tegasnya.














WPNLA : KOMNAS TPNPB, TNPB, TRWP/WPRA, OPM, KNPB, AMP, GP3PB

WPNLA News And Media : KOMNAS TPNPB, TNPB, TRWP/WPRA, OPM, KNPB, AMP, GP3PB

Melanesia Post
WPNLA News And Media : KOMNAS TPNPB, TNPB, TRWP/WPRA, OPM, KNPB, AMP, GP3PB

Ada upaya-upaya utk menginvasi papua dengan rayuan, tipuan dan kekerasan utk membuat takut warga bani papua spy tdk lagi memiliki rasa idealisme perjuangan.

Cara2 demikian dimainkan oleh beberapa orang2 sebrang dari pulau jawa dan makasar utk berusaha keras menyerang teritorial Papua dgn berusaha mendoktrinkan pengajaran2 yg sesat kpd org2 papua.

Saya harus mengatakan kpd saudara/i bani papua dan menyebutkan dgn terang2an bhw : hati2 dgn mantan wakil presiden indo (yusuf kalla) yang memulai pemikiran utk mengislamkan Ntt, bali, minahasa, dan terlebih lagi adalah papua.

Sekarang telah di buat skenario oleh Front pembela islam (fpi) di bwh standart operasi prosedur/SOP syariat islam khalifah islamiah 1000 utk mengislamkan daerah2 yg merupakan kantong2 kristen meliputi target sbb :

1. Papua (Menjadi perhatian yg serius)
2. NTT
3. Maluku
4. Minahasa (manado, toraja, kendari, palu & gorontalo dll
5. Kalimantan
6. Sumatra
7. Bali & lombok.

Jika sdh berhasil maka pulau jawa akan mengikutinya.

Pemikiran ini dicetuskan dlm beberapa pertemuan rahasia antara Yusuf kalla dan beberapa elemen dan okp moslem meliputi Fpi & beberapa forum2 moslem lain nya yg tdk ingin papua menjadi bgs yg merdeka dari penindasan.

Sehingga dgn jalan itu spy perjuangan menjadi terhambat sebab jika demikian supaya dibuat ada pertentangan antara org papua dan papua.

Lalu org di luar non papua mulai menikmati keuntungan dan mengeruk benefit2 dari hasil skenario tersebut.

Ini adalah konspiracy oleh Yusuf kalla & kroni2 nya yg dibahas dan digodok dlm agenda group opportunis yg telah disepakati bersama sbg wujud aklamasi dan diputuskan dan ditetapkan dlm rapat dengar pendapat forum resmi bersama Fpi dan organisasi2 moslem lainya.

Mereka di sponsori oleh pemerintah Indonesia dgn dana dan juga para donatur2 yg telah siap membiayai rencana busuk mereka.

Oleh sebab itu saya a/n :

Gen. Goliath N Tabuni

~> menyerukan & menghimbau kpd segenap warga bani papua utk tetap waspada, berdiri tegak dan tetap berjuang.

~> Jgn bimbang, jgn ragu dan jangan mau di bohongi apalagi dibodohi.

~> Mari tetapkan dlm hati komitmen yg teguh, jgn tawar hati jgn gundah gulana.

~> jgn ada yg mau menerima traktat2 atau pengajaran2, atau doktrin2, atau pakaian, atau makanan yg kesan nya adalah membantu/menolong, diluar pengajaran Tuhan Yesus Kristus.

~> jgn ada yg meninggalkan Tuhan Yesus Kristus dgn beralih keyakinan dan murtad ke jalan neraka.

~> tetapi bulatkan hati dalam kesatuan tubuh Kristus utk melawan tipu muslihat iblis dan alat2 nya.

Akhir kata tetaplah berjuang & waspada sebab di depan kita ada kemenangan & kemerdekaan.

Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

Salam perjuangan.

Merdeka..!!!3


WPNLA News And Media : KOMNAS TPNPB, TNPB, TRWP/WPRA, OPM, KNPB, AMP, GP3PB

David Cameron becomes hero of Papuan tribes

David Cameron becomes hero of Papuan tribes


Telegraph News, David Cameron’s elevation to Prime Minister is being celebrated by tribespeople in West Papua who have pinned their hopes on him helping their campaign for independence from Indonesia.

Posters of the Conservative leader have been held aloft in villages across the province following news of his arrival in Downing Street in the wake of the coalition agreement.

Mr Cameron has been feted by many of the one million indigenous inhabitants of West Papua after a meeting last year with their exiled leader Benny Wenda, who was granted asylum by Britain in 2003.

The province covers the western part of the island of New Guinea, with the eastern half being Papua New Guinea.

Following independence from Dutch colonial rule in the 1950s, it was handed over to the UN but was formally annexed by Indonesia following a 1969 referendum whose legitimacy was subsequently marred by allegations of coercion.

The Free Papua Movement, whose campaign for self-determination is supported by most of the indigenous population, is outlawed in Indonesia.

Mr Wenda fled to Britain after escaping jail in Indonesia where he was being held, accused of raising the Free Papua flag, which is banned, and of causing of civil unrest.

In an interview with the Daily Telegraph earlier this year, Mr Cameron described the plight of the tribespeople as “a terrible situation”.

Dominic Brown, an independent filmmaker whose documentary about West Papua, The Forgotten Bird of Paradise, has been seen by Mr Cameron, said pictures of tribespeople holding messages of support were taken at the weekend by activists spreading the word about Britain’s new Prime Minister.

He said: “They are all very happy. It gives them great hope that their voice may finally be heard at international level.”

“Last year the International Committee of the Red Cross was thrown out by the Indonesian Government and hasn’t been able to return since.

"Cameron is the only western leader to have expressed any real interest in their campaign and they have really pinned their hopes on him being able to do something about the situation."

Among those pictured are political prisoners Buchtar Tabuni and Victor Yiemo who were jailed by the government after taking part in a demonstration.

Mr Wenda, 35, and his wife Maria perform traditional West Papuan music as The Lani Singers.

KNPB and PRD Yahukimo, Hold a peaceful Demonstration Supporting the Opening Free West Papua campaign office in Perth, Australia

KNPB and PRD Yahukimo, Hold a peaceful Demonstration Supporting the Opening  Free West Papua campaign office in Perth, Australia

KNPB bersama takyat papua mendukung pembukan kantor OPM di Australia




YAHUKIMO - Today KNPB and PRD Yahukimo with thousands people have done peaceful demonstration to support the opening and launch of the Free West Papua Campaign Australia office on 27 April 2013 in the capital Dekai, Yahukimo, West Papua.

The support action begins at 07:00 to 8:30 WPB with gathering and political speeches in the main of capital city of Dekai, Yahukimo district.
In support of the action of the Chairman of the KNPB Yahukimo region, Erinus Suhuniap said, “we KNPB West Papua National Committee as the national media of West Papua will continue to fight for the Right to Self-determination for the people of West Papua, and We reject all government policies in West Papua, also we are asking to International community for organize a referendum is the best solution for us”.

Then Chairman of the regional Parliament of West Papua (PRD), Aminus Balingga said, “ We the people of West Papua refused Indonesian election, because Indonesia present in West Papua was illegal occupation since 1963, therefore we will boycott the Indonesia presidential election on July 2014 across of Yahukimo.
At 13:30 afterwards the chairman of the WPB KNPB read political statements in support of opening offices in Australia. There are some points of our political statement are:

1. We West Papua National Committee (KNPB) and the People's Parliament (PRD) Yahukimo region with all the components of the people of West Papua fully supports of opening of Free West Papua Campaign Australia office today, on 27 April 2014 in Australia .

2. We Urged the United Nations (UN) Special force Peace Keeper immediately send to West Papua to monitoring and have a new referendum in West Papua.

3. We West Papua National Committee (KNPB) and West Papua Parliament (PRD) will Boycott Indonesia Presidential Election on 9 of July 2014. We want immediate solution of new referendum in West Papua.

4. We urge the United Nations immediately take action and give a choice of self-determination for the people of West Papua through the international mechanism (Referendum).

We asked the people of West Papua solidarity of the international community to support our dignity to be free from Indonesia colonialism and have a right life without intimidation and terror.

We would like to thank you to the Australian government and Australian people for welcoming our West Papua Independence Leader, Benny Wenda for the opening Free West Papua Campaign Australia office.















By : http://www.infopapua.org/artman/publish/article_2855.shtml